Login

Lupa password?

Real Time O'Clock
move pointer here
to see date of time
Latest topics
» ESAI: Negara Manakah Terkaya di Dunia?
2010-08-31, 22:36 by Iwan S. Musaffa

» HUMOR: Ayam Madura
2010-04-06, 10:34 by Admin

» HUMOR: Shinse VS Tabib
2010-04-06, 10:15 by Admin

» INTERMEZO: SERIUS DAN MISTERIUS: Merinding
2010-04-06, 09:36 by Admin

» AUDIO-VIDEO MUSIK: Rihanna: My Umbrella
2010-04-06, 09:27 by Admin

» VIDEO MUSIK: Agnes Monica: Matahari Ku
2010-04-06, 09:10 by Admin

» INTERMEZO: Customer Service Training
2010-04-06, 09:04 by Admin

» FLASH: Animator VS Animation
2010-04-06, 08:40 by Admin

» SELAMAT DATANG
2010-04-04, 03:00 by Admin

Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Top posters
Admin
 
Iwan S. Musaffa
 

User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 5 pada 2010-11-04, 02:24
Statistics
Total 3 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah Iwan S. Musaffa

Total 10 kiriman artikel dari user in 10 subjects
Currency Exchange
Internet Banking

click to toggle

HUMOR: Shinse VS Tabib

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

HUMOR: Shinse VS Tabib

Post by Admin on 2010-04-06, 10:15




SHINSE VS TABIB



Konon ada sepasang sahabat, Cina dan Arab, lagi kebingungan karena usaha mereka bankrut. Setelah memutar keras otak mereka, mereka sepakat membuka pelayanan kesehatan. Maka si Cina jadi sinshe, dan si Arab menjadi tabib.

Setelah satu minggu praktek, si tabib tetap sepi pasien, namun si sinshe mulai kebanjiran pasien. Si tabib putar otak untuk melawan si sinshe.

Maka si tabib mengeluarkan jurus dengan memasang pengumuman di depan ruang prakteknya: "Jika Tidak Sembuh Uang Kembali Tiga Kali Lipat"

Taktik itu manjur, pasien lalu berdatangan ke si tabib. Giliran si sinshe sewot lalu mencari akal. "Haiyaaa, lumayan kalo owe purak-purak sakit dan tidak sembuh dapat uang lha . . ." [ baca dengan logat Cina ya ]. Lalu ia mendatangi si tabib.

Si Sinshe: "Haiyaaa, tolong owe. Owe punya sakit mati rasa. Owe tidak bisa lagi rasain rasa setiap makanan yang owe telan, haiyaa . . ."

Si Tabib: "Ana fikir itu gamfang ana sembuhkan."

Lalu si tabib memanggil asistennya.

Si Tabib: "Hasaaannnn, cefat ente bawa kesini obat nomor 14."

Secepat mungkin si asisten yang bernama Hasan membawa obat nomor 14 dan oleh si tabib diberikan kepada si sinshe. Dan si sinshe langsung menguyah sebelum menelan obat nomor 14 tersebut.

Si Sinshe: "Haiyaaa, ini bukan obat lhaaa, tapi ini tai ayam."

Si Tabib: "Ente betul. Itu tai ayam. Berarti ente sudah sembuh dan tidak mati rasa lagi."


. . .


Si sinshe pulang dengan kesal karena kalah akal. Lalu ia kembali memutar otak berpikir mencari akal untuk mengalahkan si tabib dan sekaligus dapat uang si tabib. Maka kali ini si sinse kembali pura-pura sakit lupa yang sangat kronis.

Si Sinshe: "Haiyaaaa tabib, owe sakit lupa parah sekali. Owe lupa semua peristiwa dan memori owe. Haiyaaa, tolong owe."

Si Tabib: "Gamfang. Ana fasti tolong ente dan ente fasti sembuh. Obat ana mujarab sekali."

Lalu seperti biasa si sinse memanggil si Hasan sang asisten.

Si Tabib: "Hasaaaaan, cefat ente bawa kemari obat nomor 14."

Si Sinshe: "Haiyaaaa, owe tidak mau lagi makan tai ayaaaam. Haiyaaaaa . . . Owe tidak mau . . ."

Si Tabib: "Alhamdulillaah, berarti ente sudah sembuh. Daya ingat ente ternyata sudah kembali."

Tinggal si sinshe pulang sambil menggerutu.

. . .


. . .


... ... ... whaaa kkkaaaaa khaaaaaaakkkkkkkkk ... ... ...

Admin
Admin
Admin

Jumlah posting : 9
Join date : 04.04.10

Lihat profil user http://brilliant.indonesianforum.net

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik